Peringati Haul Gus Dur, Gus Saif bersama Bolosaif Gelar Tahlil di Lapas Jember dan Bondowoso

0
186

Jember – Memperingati 13 tahun wafatnya Presiden RI ke 4 KH.Abdurahman Wahid, Gus Saif bersama komunitas Bolosaif menggelar banyak kegiatan. Salah satunya kegiatan berupa Tahlil dan Sholawat bersama seluruh penghuni dan petugas LAPAS Jember sejumlah kurang lebih seribu dua ratus orang. Sebelumnya, pagi harinya dihari yang sama, Bolosaif juga melaksanakan kegiatan yang serupa bersama sekitar lima ratusan penghuni LAPAS Bondowoso.

“Kami hanya ingin berbagi suka bersama Penghuni Lapas dalam momen peringatan Haul ke 13 wafatnya Presiden RI ke 4 KH Abdurahman Wahid, sekaligus untuk menyambut datangnya tahun baru 2023” ujar Gus Saif, Ketua Umum Persada Agung (Persaudaraan Antar Guru Ngaji) kepada sejumlah wartawan sebelum pelaksanaan acara dihalaman Lapas Jember Kamis siang, 29 Desember 2022.

Tidak seperti pada acara-acara pengajian pada umumnya, Kyai yang lebih suka dipanggil dengan panggilan Gus Saif ini mengemasnya dengan gaya humanis tanpa membuat jarak dengan jamaahnya. Ceramahnya yang menggunakan bahasa madura lebih menekankan pada nilai-nilai persaudaraan sesama muslim, sesama manusia dan sesama anak bangsa. 

Sebelum mengajak semua untuk bersholawat, Gus Saif mengajak ratusan warga binaan untuk berdiri tegak dan menyanyi bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan iringan musik MP3.

Pertimbangan keamanan dan sempitnya lahan menjadikan pihak Lapas Jember tidak membolehkan keinginan Gus Saif mengajak semua penghuni LAPAS Jember bisa mengikuti kegiatan tersebut secara langsung didepan pentas sederhana ukuran 2×3 meter dengan tinggi tak lebih dari 50 cm. Hanya 200an orang dari total 1.200 warga Lapas yang bisa bertatap muka, warga Lapas lainnya hanya bisa mengikuti jalannya kegiatan dengan mendengarkan suara dari pengeras suara di kamar masing-masing. Meski begitu, Bolosaif tidak membedakan konsumsi yang dinikmati semua penghuni dan petugas Lapas. Gus Saif secara mandiri telah menyiapkan konsumsi sebanyak 1.200 Nasi kotak tanpa membebani anggaran dari pihak Lapas.

Menu Nasi kotak untuk 1.200 penghuni dan petugas Lapas Jember di acara peringatan Haul Gus Dur bersama Bolosaif

Menjelang pembacaan Sholawat, mendung dan rintik rintik air hujan mulai membasahi sebagian besar jamaah di bawah tenda usang yang banyak berlubang. Namun kondisi itu tidak membuat semangat jamaah mengikuti acara. Bahkan Kalapas Hasan Basri yang duduk diatas tikar yang sama dengan para Napi, terpantau tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya meski tetes air akibat bocornya tenda mulai membasahi baju seragamnya.

Kalapas Jember Hasan Basri duduk diatas tikar yang sama dengan 200an penghuni Lapas

“Allohumma Anzilirrohmah kamaa anzalta ilaynaal mathor”  teriak Gus Saif agar ditirukan semua jamaah. Sebuah doa yang berarti “Ya Allah, turunkan rahmatMu sebagaimana Engkau turunkan hujan”.

Al hasil, acara tetap bisa berlangsung tertib sampai selesai dan sama sekali tidak terpengaruh turunnya rintik gerimis hujan. 

Ditemui sejumlah wartawan disela-sela pelaksanaan acara, Hasan Basri, Kalapas Jember menyambut hangat usulan kegiatan dari Bolosaif. 

“Mudah-mudahan acara semacam ini bisa membangkitkan gairah warga binaan supaya lebih bisa meningkatkan nilai-nilai spiritual mereka, sehingga kedepan setelah bebas nanti, diharapkan tidak mengulangi perbuatannya” jelasnya.

Kalapas Jember Hasan Basri saat ditemui sejumlah wartawan

Untuk diketahui, Peringatan Haul Gus Dur oleh Bolosaif ini telah dilakukan istiqomah sejak tahun 2010 dan dilaksanakan dengan berbagai bentuk kegiatan, mulai Tahlil dan Sholawat di Lapas Bondowoso dan lapas Jember, Khitan Masal, Festival sholawat Al Banjari, dan puncaknya tepat di malam pergantian tahun, Bolosaif melaksanakan Istighosah, dan Sholawat di alun alun Bondowoso bersama masyarakat umum.

Tidak hanya itu, tidak seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2022 ini Bolosaif juga mendeklarasikan lahirnya Lembaga Bantuan Hukum Bolo Saif Jember. Sebuah lembaga yang diharapkan mampu menjalankan visi dan cita-cita Gus Saif memberikan pendampingan hukum berbasis kemanusiaan bagi kalangan Guru Ngaji dan Pesantren yang dilakukan baik secara litigasi maupun non litigasi.

Baca juga : Gus Saif Deklarasi LBH BoloSaif, Pendampingan Hukum Berbasis Kemanusiaan

Pewarta : Kustiono Musri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.