Madrasah ASHRI gandeng TANOKER, Tingkatkan Cinta Budaya Lokal

0
152

Jember, Xposfile – Gempuran teknologi gadget di era media sosial terbukti telah menyibukkan generasi muda dengan game-game digital yang notabene tidak melibatkan gerak fisik, bersifat individual, dan menimbulkan rasa kecanduan, Maka dibutuhkan penguatan kecintaan generasi pada kekayaan negeri, khususnya permainan tradisional dan nilai-nilai luhur yang menyertainya.

Untuk itu, Pengurus Madrasah ASHRI melalui OSIM telah mengundang komunitas Tanoker Ledok Ombo pada Kamis, 22 Juni 2023 lalu. 

Hadirnya komunitas Tanoker diharapkan dapat memperkuat kecintaan siswi pada budaya lokal, memperkenalkan permainan tradisional dan mengajak para siswi melestarikannya. Permainan tradisional memiliki nilai-nilai moral dan kerjasama yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pola kehidupan santri yang sehari-harinya dilewati dengan kebersamaan di pesantren.

Diawali dengan penyampaian ulasan materi dari ketua komunitas Tanoker, Ibu Dra. Farha Ciciek, M.Si atau yang akrab dengan panggilan Bu Ciciek di aula madrasah Ashri yang menyampaikan sejarah terbentuknya komunitas Tanoker. Bermula dari rasa kepedulian social terhadap anak-anak masyarakat Ledok Ombo yang orang tuanya pergi merantau bekerja ke luar negeri. Bu Ciciek dan suami, Bapak Dr. Ir. Suporahardjo, M.Si membentuk Tanoker, hadir memberikan perhatian khusus untuk anak-anak tersebut dalam kreativitas,  pendidikan dan kebutuhan lainnya.

Bu Ciciek berpesan kepada siswi-siswi madrasah Ashri agar memiliki semangat menebar manfaat dalam kehidupan, peduli pada lingkungan dan alam sekitar. Tanamkan rasa percaya diri  yang tinggi dalam menghadapi permasalahan, terus melaju walau kesulitan menghadang, sebagaimana filosofi permainan-permainan tradisional yang diwariskan oleh para leluhur kita, bangsa Indonesia.

Ketua Yayasan Madrasah Ashri Jember Zidny Mubarok atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Zidny sangat mengapresiasi eksistensi dan semangat Tanoker.

“Tanoker adalah bukti nyata kepedulian sosial di sekitar kita. Tanoker telah terbangun dan dikembangkan oleh Pak Supo dan Bu Ciciek dengan semangat cinta kasih. Kami ingin siswi-siswi madrasah Ashri terinspirasi oleh semangat beliau-beliau. Termasuk para remaja yang juga tergabung dalam komunitas tersebut. Kami sangat mengapresiasi.” terangnya.

Sementara itu, menurut Ibu Shofia atau Ning Sofi yang juga guru mata pelajaran Seni Budaya dan sekaligus selaku penggagas acara tersebut mengungkapkan 

“Melihat semangat perjuangan pendiri Tanoker telah mengingatkan kami pada prinsip EGP (ejeb, ghesek, pelak) yang selalu ditanamkan oleh pengasuh pondok pesantren Ashri, KH. MA. Ayyub Saiful Ridjal yang berarti kepedulian, Cekatan,  dan perhatian dalam kehidupan” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.