Benarkah Petahana Faida Didukung Mayoritas Rakyat Jember? Jawabnya Jelas Tidak.

0
360

OPINI
Oleh Syaiful Rahman

Benarkah Petahana Faida Didukung Mayoritas Rakyat Jember?

Jawabnya Jelas Tidak. Kenapa?

147 ribu dukungan untuk Faida maju lewat calon Independen itu adalah hasil mobilisasi. Entah metode mobilisasi seperti apa di lapangan sehingga terkumpul foto kopi KTP dan TTD dukungan kepada Faida. Publik luas tidak ada yang tahu. Terpenting sudah lolos verifikasi faktual. Hanya Tim Faida dan penyelenggara Pilkada yang tahu. Sebab memang tidak ada audit sosial (transparansi publik) dalam hal ini.

Jumlah 147 ribu dukungan di atas kertas itu kemudian di klaim oleh Tim Faida sebagai “REKOM RAKYAT”. Okelah. Di iyakan saja klaim politik ini walaupun tidak ada dalam kamus ilmiahnya.

Bukankah jumlah 147 ribu itu merupakan jumlah minoritas rakyat pemilih Jember yang jumlahnya kurang lebih 2 jutaan?

Banyak yang meyakini pula, bahwa ke 147 ribu orang itu kebanyakan dari kalangan rakyat bawah. Bila menggunakan asumsi piramida; kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah, apakah dengan demikian secara faktual suara rakyat bawah yang jumlahnya super jumbo itu diberikan ke Faida?

Jawabannya adalah tidak.

Dilihat dari perilaku politik dukungan, suara rakyat bawah tidak bereaksi massif ketika Faida diserang oleh institusi politik (DPRD dan terakhir BPK) dan kelompok2 kepentingan. Tidak ada gerakan massif rakyat bawah (baik di Sosmed) yang membela Faida. Seperti halnya publik DKI Jakarta yang rawe-rawe rantas membela gubernur Ahok dari serangan DPRD.

Pada kasus pemakzulan Bupati Faida dan kasus disclaimer dari BPK, mayoritas rakyat bawah di Jember diam saja. Tidak ada suara rakyat bawah yang signifikan memberi dukungan, baik aksi langsung-tidak langsung, membela dengan heroik pada Bupati Faida dan kukuh menyalahkan DPRD maupun disclaimernya BPK.

Kenapa suara rakyat bawah terlihat pasif membela Bupati Faida dari serangan politik lawan-lawannya?

Bila kita cermati, untuk melakukan pembelaan mati-matian pada Bupati Faida diperlukan seperangkat ideologi sosial (keadilan, supremasi hukum, dan kesejahteraan). Sedangkan, rakyat bawah tidak punya alasan ideologis untuk pasang badan membela Faida.

Selama 5 tahun memimpin jember Faida gagal mengangkat harkat martabat rakyatnya melalui kreatifitas kebijakannya yang pro rakyat bawah. Seperti halnya dilakukan Ahok dan Risma.

Hal inilah yang menyebabkan pendukung Faida dari kalangan rakyat bawah tidak berposisi ideologis, namun sebatas berposisi pragmatis. Posisi pragmatis yaitu rakyat bawah mendukungnya karena alasan materialistik tertentu. Dan tentu saja dukungan semacam ini bukan dukungan harga mati. Masih terbuka luas bagi bagi calon penantang petahana merebut dukungan rakyat bawah model pragmatis ini.

Jadi kesimpulannya, 147 ribu dukungan rakyat di atas kertas pada petahana tidak mencerminkan dukungan riel mayoritas rakyat bawah di Jember. Klaim “rekom rakyat” dari tim petahana sebatas strategi kampanye untuk menghadang arus besar rekom partai apabila berhasil memunculkan calon ratu adilnya. Kalau tidak berhasil?

Bila solidaritas politik partai tak berhasil memunculkan ratu adil, tetapi bukan berarti dipastikan Faida otomatis memenangkan pertarungan. Ada variabel lainnya yaitu kekuatan kelas menengah di Jember.

Rakyat Jember yang berada di klaster kelas menengah, 2 tahun terakhir kompak berposisi kritis terhadap kepemimpinan Bupati Faida. Bahkan sering mengambil posisi ideologis melakukan penentangan nyata baik melalui demontrasi maupun tekanan opini di sosial media.

Kekuatan kelas menengah tersebut tidak boleh diremehkan sebab kasus perubahan politik di negara manapun, selalu dimotori oleh mereka. Tumbangnya rezim orba, misalnya.

Tinggal lihat saja nanti sambil menunggu keseriusan partai yang mayoritas sudah nyata berhadap-hadapan dengan petahana. Bila ternyata partai bermain-main hanya untuk mendapat keuntungan sesaat dari Pilkada serentak ini, nanti di 2024 ia akan menerima akibatnya.

Selamat berkalkulasi politik.

Penulis : Syaiful Raman.
Pegiat Sosial Media & Wartawan XposFile

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.