Tekan Penyebaran Covid-19, Bupati Jember Siapkan Anggaran 150 Milyar

0
295

Jember, Xposfile.com – Munculnya zona merah dalam peta sebaran Covid-19 Kabupaten Jember pada 27 Juni 2021 kemarin, langsung direspon cepat oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. 

Terhadap kondisi yang mencemaskan bagi semua warga Jember tersebut, Bupati bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh jajaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember beserta para Kepala OPD terkait dan Direktur Rumah Sakit di kantor Pemkab Jember, Senin (27/06/2021).

Rencananya, penerapan Penyekatan RT/RW akan diberlakukan bagi wilayah-wilayah dengan kondisi darurat dimana terdapat kasus positif bahkan kematian akibat Covid-19 dan Skema Work From Home (WFH) dengan pola 50 persen di kantor dan 50 persen di rumah  juga akan diaktifkan kembali bagi seluruh jajaran dinas Pemerintah Kabupaten Jember.

“Eselon 1 dan 2 tetap di kantor, untuk eselon 3 dan 4 ini diberlakukan skema 50/50 dalam bekerja, dengan catatan meski bekerja di rumah tidak boleh keluyuran (harus tetap ada di rumah),” ujar Bupati Hendy.

Tidak hanya pembatasan aktivitas pegawai, terhadap aktivitas masyarakatpun juga akan dilakukan pembatasan. Untuk itu, dalam arahannya, Bupati menginstruksikan kepada Kepala BPKAD agar menyiapkan anggaran refocusing sebesar Rp. 150 Miliar sebagai sumber anggaran dari beberapa kebijakan yang akan diambil.

“Tolong siapkan anggaran refocusing minimal Rp. 150 M. karena kita akan berlakukan langkah pembatasan aktivitas masyarakat juga tempat yang menimbulkan kerumunan lebih ketat lagi serta penyekatan mulai tingkat Kabupaten hingga RT/RW diaktifkan kembali,” tegasnya.

Bupati Hendy berharap dengan kebijakan cepat dan terukur tersebut, dalam waktu seminggu kedepan, kondisi sebaran Covid-19 di Kabupaten Jember dapat menurun kembali.

“Ketika menurun, kita gas lagi aktivitas perekonomian warga kita, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Selain menyiapkan anggaran refocusing, dalam rapat tersebut, Bupati Hendy juga menyampaikan beberapa arahan untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru, di antaranya tentang penambahan ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) yang saat ini penggunaannya sudah mencapai 70 persen.

Pewarta : Kustiono Musri
Sumber : Humas Media Centre PWJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.