Faida Bawa Kasur Untuk Pengungsi, Namun Ternyata Dibawa Pulang

0
1707

JEMBER – Bupati Jember Faida meninjau Lokasi Posko Bencana di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Minggu petang (17/1) kemarin. Bupati bersama rombongan datang dan menyapa seluruh relawan yang sedang bertugas yang saat itu, sedang menyiapkan konsumsi bagi para warga terdampak bencana banjir di lokasi setempat.

Menurut Relawan yang bertugas di lokasi bencana tersebut, Bupati Jember Faida diketahui datang bersama rombongannya. Faida mengecek kesiapan makanan yang disiapkan di Dapur Umum Lapangan di lokasi Posko Bencana.

“Benar kemarin bupati datang ke sini (Posko Bencana) untuk meninjau lokasi. Memang menyapa kami (relawan) dan petugas lain yang bertugas. Datangnya sekitar surup (menjelang magrib),” kata Koordinator Relawan Pusdalops BPBD Jember Sukirno saat dikonfirmasi di Posko Bencana Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Senin (18/1/2021).

Dalam kunjungannya itu, kata Pria yang akrab dipanggil Kirno itu, bupati juga tampak membantu petugas di dapur umum.

“Sekedar ikut memasak, tapi sebentar, untuk menyuport kita. Tapi setelah itu pulang bersama rombongannya,” kata Kirno.

Namun saat pulang itu, tampak bupati wanita pertama di Jember itu juga diikuti dengan mobil ambulans dan pickup L300 yang mengangkut kurang lebih 100 kasur spon.

Menurut informasi yang diterima wartawan di lokasi bencana, awalnya kasur itu dimaksudkan sebagai bantuan yang akan diberikan untuk para korban bencana. Yang berada di tempat pengungsian.

Tapi karena para pengungsi sudah pulang, dengan kondisi air banjir sudah berangsur surut. Kasur yang dimaksudkan untuk bantuan itu, kembali dibawa pulang bupati.

“Tadi saya lihat dan tahu kalau kasur itu untuk bantuan di tempat pengungsian. Tapi karena sudah tidak ada orangnya (pengungsi) kasur itu tidak jadi diberikan. Bahkan masih tetap di mobil ambulans dan mobil lainnya (pick up) tidak sampai turun,” kata salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya itu.

Terkait hal itu, disayangkan olehnya. Karena kasur spon itu masih bisa dimanfaatkan untuk bantuan.

“Kalau menurut saya biar tetap diberikan, mungkin bisa langsung di kirim ke warga yang rumahnya terdampak dan kasurnya basah, jadi bisa untuk alas tidur sementara,” ungkapnya.

“Tapi ya gak tau lagi, itukan urusan bupati,” pungkasnya.

Pewarta : Kustiono Musri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.