JEMBER – Xposfile.com Beredarnya surat sanksi yang ditujukan kepada klub Persid Jember akhirnya dikonfirmasi kebenarannya. Ketua PSSI menegaskan bahwa sanksi tersebut merupakan keputusan resmi federasi yang wajib dipatuhi oleh klub sebagai bagian dari penegakan disiplin dan regulasi kompetisi sepak bola nasional.
Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Persid Jember, Ardi Pujo Prabowo, yang juga Anggota DPRD Jember, menyampaikan pernyataan resminya pada Rabu (21/01/2026). Ia membenarkan adanya sanksi dari PSSI dan menegaskan komitmen penuh manajemen Persid untuk menjalankan serta menyelesaikan seluruh kewajiban yang telah ditetapkan.

“Persid menghormati keputusan PSSI. Sanksi ini adalah konsekuensi yang harus kami jalani dan akan kami selesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Ardi.
Lebih lanjut, Ardi Pujo juga menyinggung insiden pelemparan batu terhadap bus pemain asal Sidoarjo yang terjadi dua hari sebelumnya. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen suporter Persid agar tidak mengulangi tindakan yang mencederai nilai sportivitas dan merugikan klub kebanggaan masyarakat Jember.
“Insiden pelemparan batu itu sangat kami sesalkan. Ini harus menjadi pembelajaran dan teguran serius bagi suporter Persid. Tindakan anarkis tidak hanya mencoreng nama baik klub, tetapi juga dapat merugikan perjuangan tim yang sedang berjuang di level nasional,” tegasnya.
Di tengah situasi yang tidak mudah ini, Persid Jember tetap dijadwalkan melakoni laga penentuan di tingkat nasional pada hari ini. Namun, pertandingan krusial tersebut dipastikan digelar tanpa kehadiran penonton sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan oleh PSSI.
Meski tanpa dukungan langsung dari tribun, Ardi Pujo berharap para pemain tetap fokus, menjaga mental bertanding, dan tampil maksimal di lapangan. Ia juga mengajak seluruh suporter Persid untuk menunjukkan kedewasaan dengan memberikan dukungan secara positif dan tertib dari rumah.
“Dukungan tidak harus selalu dari stadion. Doa dan dukungan positif dari rumah sangat berarti bagi para pemain,” tambahnya.
Sementara itu, PSSI berharap sanksi yang diberikan, termasuk laga tanpa penonton, dapat menjadi pelajaran bersama bagi seluruh klub dan suporter di Indonesia. Federasi menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas demi terciptanya kompetisi sepak bola nasional yang aman, adil, dan bermartabat.(Ribut)

