Pesona Bunga Aglaonema

0
424

Edy Cahyo Purnomo
Penghobi Bunga Aglaonema Jember

Jember

Pria berkaca mata ini termasuk penggila bunga. Tidak sedikit bunga miliknya masuk kategori langka, karena selain jarang dimiliki pencinta bunga Aglaonema Jember, ada beberapa bunga Aglaonemanya yang sudah mengalami mutasi.

Saat ditemui di rumahnya di sekitaran jalan Piere Tendean gang melon, Sumbersari Jember, Ipung sapaan akrabnya mengutarakan kecintaannya pada bunga Aglaonema sejak setahun terakhir. Hobinya mengoleksi bunga jenis ini dikarenakan ada keunikan dalam pemeliharaannya.

” untuk mengembangkan bunga Anglonema ini tidaklah mudah, memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar 6 bulan untuk mengembangkannya,”ungkapnya.

Bunga Anglaonema ini menurut Ipung dalam budidayanya dilakukan dengan mengambil tunasnya. Untuk siap dipisah dari indukan memerlukan waktu 6 bulan. Dengan media yang tidak sama dengan bunga pada umumnya.

” Medianya biasanya menggunakan sekam mentah, sekam bakar, akar pakis dan humus. Hal ini menyesuaikan dengan media aslinya,”tambahnya.

Bunga ini ujar Ipung sesuai dengan habitat aslinya berasal dari Thailand yang kemudian dibudidayakan di Indonesia dengan disilangkan dengan dengan jenis yang sama yang berasal dari Indonesia. Sehingga menjadi bunga Aglaonema jenis baru.

Salah satunya jenis Maheswara. Bunga jenis ini menurut Ipung termasuk jenis dengan harga ekonomis tinggi. Harganya bisa mencapai puluhan juta.

Dari koleksinya, ia juga mengembangkan jenis Maheswara yang dikoleksi dari jakarta. Bunga jenis ini menurut Ipung menjadi primadona pencinta bunga Anglaonema.

” bunga jenis ini milik saya pernah ditawar Rp.2 juta, namun tidak saya berikan karena masih akan dikembangkan lagi,”tambahnya.

Selain jenis Maheswara, jenis Widya miliknya termasuk langka karena bunganya sudah bermutasi, dari warna awalnya berdominasi hijau motif batik menjadi warna merah bermotif batik.

” Untuk jenis Widya milik saya ini pernah ditawar Rp.4 juta,”ungkapnya.

Kini dirinya telah memilik bunga Anglaonema dengan 110 jenis yang berbeda. Mulai dari yang umum dipasaran, hingga yang kategori langka.

Untuk proses pembiakannya, dirinya belajar banyak dari pengalaman pribadi maupun membaca sejumlah buku petunjuk tehnis pembudidayaan bunga Anglaonema. Hasilnya lumayan, dari sejumlah bunga miliknya sudah banyak yang dilirik peminat bunga Anglaonema baik dari dalam kota maupun luar kota. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.